Kamis, 10 Juni 2010

WANITA DARI LAMPADANG / Women From Lampadang



Ada seorang wanita dari Lampadang
Rumah dan kampungnya dibakar
Lalu ia menyingkir ke hutan rimba

Ketika remaja
Ia bukan gadis manja
Ringan tangannya
Bergunjing ia tak suka
Tak sombong ia
Tekun belajar agama

Langit bersih
Udara nyaman
Ketika itu
Tiba-tiba pasukan Belanda
Menyulut nyala
Membakar Mesjid Baiturrahman
Api marak tak tertahan

Wanita dari Lampadang itu
Keluar rumah buru-buru
Matanya merah
Menatap kobar api
Lalu menjerit
Wahai rakyat Aceh yang beriman
Lihat sendiri
Rumah suci
Mereka bakar dengan api
Nama Allah
Mereka cemarkan
Masikah kita
Mau jadi budak Belanda ?

Lalu
Semua orang
Keluar rumah
Pedang dan rencong
Dicabut dari sarong
Semua mereka berseru
Allahuakbar
Allahuakbar
Allahuakbar
Seketika pucuk rumput berdarah
Allahuakbar
Allahuakbar
Allahuakbar
Kolam-kolam berwarna merah
Allahuakbar
Allahuakbar
Allahuakbar
Langit berwarna merah
Allahuakbar
Allahuakbar
Allahuakbar

Orang Belanda
Kohler namanya
Jenderal pangkatnya
Tewas saat itu juga

Wanita dari Lampadang
Menyapu keringat di keningnya
Perlahan tersenyum ia
Melihat Belanda mundur
Surut bertempur

Jakarta, 1985
dari : "Dalam Mawar"

Bahasa Inggris dan Korea




WOMEN FROM LAMPADANG

There was a woman of Lampadang
Home and his village burned
Then he retreated to the jungle

When adolescents
He was not a spoiled girl
Lightweight hand
He did not like the gossiping
Not arrogant he
Studying religion

Clear skies
Comfortable air
When it
Suddenly the Dutch armed forces
Flame lit
Baiturrahman Mosque burning
Fire flare uncontrollably

Women from that Lampadang
Rush out of the house
Red eyes
Staring at the fire roaring
Then scream
O people of Aceh who believe
See for yourself
Shrine
They burn with fire
Name of God
They cemarkan
We Masikah
The Netherlands wants to be a slave?

Then
Everyone
Out house
Sword and rencong
Plucked from the sarong
All of them cried
Allah akbar
Allah akbar
Allah akbar
Immediately shoot the bloody grass
Allah akbar
Allah akbar
Allah akbar
Red pools
Allah akbar
Allah akbar
Allah akbar
Red sky
Allah akbar
Allah akbar
Allah akbar

Dutchman
Kohler name
General rank
Died on the spot

Women from Lampadang
Sweeping the sweat on his forehead
Slowly he smiled
Seeing the Dutch retreat
Fighting subsided

Jakarta, 1985

Bahasa Korea

여자 LAMPADANG로부터

거기 Lampadang의 여인이 있었다
가정과 그의 마을은 불타
그리고 그는 정글로 퇴각했습니다

언제 청소년
그는 철부지 소녀 아니 었어
경량 손
그는 안 험담처럼
오만하지 않은 사람
종교를 공부

하늘은 맑고
쾌적한 공기
언제
갑자 기 네덜란드 공군
불꽃 점화
Baiturrahman 모스크 굽기
소방 플레어 미친듯이

부터 그 여자 Lampadang
러쉬 집 밖으로
빨간 눈
불이 활활 타오르는 바라 봤죠
그럼 비명을 질러
아체의 O를 믿는 사람들
직접 보라
신사
그들은 화재와 화상
하나님의 이름
그들은 cemarkan
우리 Masikah
네덜 란드 노예가되고 싶다고?

그때
모 두
집 밖으로
검 및 rencong
사롱에서 축출
그들 모두 울었
알라신은 위대하다
알라신은 위대하다
알라신은 위대하다
즉시 피묻은 잔디를 쏘고
알라신은 위대하다
알라신은 위대하다
알라신은 위대하다
레드 웅덩이
알라신은 위대하다
알라신은 위대하다
알라신은 위대하다
붉은 하늘
알라신은 위대하다
알라신은 위대하다
알라신은 위대하다

네덜란드 사람
Kohler 이름
일반 순위
그 자리에서 사망

여자 Lampadang에서
그의 이마에 땀을을 샅샅이
천천히 그는 미소
네덜란드 퇴각을 보면
싸움이 가라 앉

자카르타, 1985


Komentar :

1. Safriandi Suri Tby
luar biasa wanita itu.saat tertembak di hutan lalu akan dipegang oleh oleh belanda utk dikash minum, beliau berkata, 'bek mat mat kee kaphe budok'

2. Sahura Katiara
TCut nya' dhien emang paling 0k!!

3. Mahdi Adun
luar biasa perjuangan ureung awai2........

4. Devi Sari
perlu d contoh dan di tiru

5. Dimas Arika Mihardja
Terima kasih,telah mengbadikan gairah dalam bingkai sejarah yang indah, pantang menyerah!

6. Alam Farisi Farisi
Cut nyak dhien adalah pahlawan bangsa aceh.Beliau juga byk bljr agma, tp dri photo2 nya tk pake penutup rambut?Apkh pelukis photo yg salah ?Prlu pelurusan.Krn sngt janggal seorg srikandi aceh klhtan rambut...

7. Tabrani Yunis
Puisi yang sangat menggugah, apalagi bisa dibaca oleh orang yang bukan hanya Indonesia. Selamat pak L.K.Ara

8. Ahmad Khamal Abdullah
srikandi yang abadi dalam tinta emas..

9. Uly Giznawati
wanita dari Lampadang yang gagah jelita, seorang Ibu dengan keberanian tekad,pada jiwanya tertanam iman kuat, menolak penjajahan tanpa kehilangan harga diri...cahaya bagi kegelapan

10. Halim Abe
hanya kerinduan dan airmata yg timbul setiap mbc kisah2 heroik wanita dari lampadang...

11. Ummi FaSha
Pak..mohon saya ditagged ya....catatan ini mengobarkan. thank you

12. Ria Febrina
Cut Nyak Dien dalam puisi :-)
Deksripsi Cut Nyak Dien membawa kita pada suatu masa, ketika ia memperjuangkan negara Indonesia.

13. Muh Rain
Pak L.K. Ara.. puisimu yang ini telah menjadi puisi wajib dalam banyak kegiatan lomba baca puisi di Aceh kita... Saya selalu terkesima baik saat membaca sendiri, mengkhidmati pembacaan peserta..

Sungguh menakjubkan.. Suara penyairku ini yang membatin lewat semangat juang puisi ini.

Subhanallah. Semoga Allah memberi pahala yang banyak buat penyair yang beribadah ini lewat puisi. Salam takjim dan terima kasih atas kiriman langsung puisi favorit saya ini.

14. Ramlee Wahab
...sungguh patriotik dan pahlawan kerana beliau memperjuangkan bangsa dan agama dan negaranya...sungguh pengorbanan itu dikenang bersama sejarah yg tak mudah hilang...!

15. L.K. Ara
Muh Rain, syukurlah klo begitu. puisi ini memang hanya dimuat dlm antologi yang dulu dicetak terbatas jadi sy kuatir tak tersebar. kini lewat fb insya Allah teman-teman bisa menyimpannya.

16. Zulhammi Hatta
Moga ja Ayahanda, Karya itu akan kami baca, kami intepretasikan... bahkan kami mengambilnya sebagai bahan diskusi kami... kebutulan kami punya sanggar yang juga mencoba mengenal tradisi dan sejarah Aceh.. Terimakasih Ayahanda, Mg sehat selalu...
Ananda Zulhammi, Di Banda Aceh...

17. L.K. Ara
Zul, syukur karya itu bisa juga dipakai utk bahan diskusi. Selamat berdiskusi ya.

18. Aroelika Munar
kobaran api. semangat perjuangan wanita lampadang. membangkitkan semangat pedang dan rencong.

19. L.K. Ara
Zul dan Aroelika, kalau mengadakan diskusi ttg puisi tertentu, mungkin boleh juga mengundang penyairnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar